Halo semuaaa... Apa kabar nih? Amin luar biasa ya.. Lama2 gw ngerasa postingan2 gw akhir2 ini makin ga bertema.. Gw mau balik ke tujuan gw awal saat membuat blog ini.. Jadi, kali ini gw mau bahas tentang bagaimana jadi rendah hati tanpa harus rendah diri..
Karena judulnya "Jadi Rendah Hati Tanpa Harus Rendah Diri", kalian harus tau dulu apa bedanya rendah hati dan rendah diri..
Apa itu rendah hati? Kalian semua pasti tau. Rendah hati adalah keadaan dimana seseorang merasa dirinya biasa saja, padahal seseorang tersebut punya kehebatan. Banyak orang yg rendah hati nya cuma keluar dari mulut doang, padahal di hatinya masih ngerasa tinggi. Jelas2 namanya rendah HATI.. Ya yg merendah itu hati.. Jangan cuma mulut dong.. Kebanyakan dari mulut doang. "Enggalah.. Dia aja.. Gw mah cupu..". Ada yg ngomong gitu emg tulus, ada yg cuma karena takut di bilang sombong.. Jadi, kalo emg ga mau dikira sombong, jangan cuma mulut doang.. Hati juga jangan bangga terlalu tinggi.. Karena di atas langit masih ada langit..
Apa bedanya rendah hati dan rendah diri?? Rendah diri itu lebih ke arah minder.. Ga percaya diri.. Ga puas dengan apa yg dia miliki sekarang.. Nahh, sekarang tau kan apa bedanya?? Kalo bisa jadi rendah hati tanpa harus rendah diri, percaya deh, berkat yg dateng bakal lebih banyak dari apa yg kita banggakan.. Tapi inget ya, kalo udah jadi rendah hati tanpa harus rendah diri, jangan sombong. Rendah hati nya tetep berkelanjutan..
Sekian postingan gw.. Semoga dapet hikmat baru ya.. Thanks for reading :)
Jumat, 16 September 2011
Minggu, 04 September 2011
Keterampilan Berpikir (Thinking Skills)
Halo semuaa :) ada postingan baru lagi.. Dibawah adalah hal2 yg biasa terjadi di pikiran kita.. Terutama anak yg cukup cerdas pasti mengerti semua yg di bawah ini (karena pernah merasakannya). Hahaha. Tapi bukan berarti yg kurang cerdas ga usah baca. Baca aja.. Nikmatin postingan di bawah ini. Semoga bermanfaat :)
Berpikir (thinking) merupakan suatu kegiatan mental yang dialami seseorang bila mereka dihadapkan pada suatu masalah atau situasi yang harus dipecahkan. Berpikir merupakan proses yang dinamis yang dapat dilukiskan menurut proses atau jalannya. Proses berpikir itu pada pokoknya terdiri dari 3 langkah, yaitu pembentukan pengertian, pembentukan pendapat, dan penarikan kesimpulan.
Pernyataan Michael Scriven & Richard Paul (1987) dalam The 8th Annual International Conference on Critical Thinking and Education Reform tentang berpikir kritis sebagai berikut: ”Berpikir kritis merupakan proses disiplin intelektualitas tentang keaktifan dan keterampilan konseptualisasi, penerapan, analisis, sintesis, dan/atau mengevaluasi informasi yang diperoleh dari, atau dihasilkan oleh, pengamatan, pengalaman, refleksi, penalaran, atau komunikasi, sebagai panduan untuk mempercayai dan melakukan. Sebagai contoh, berpikir kritis didasarkan pada nilai-nilai intelektual universal yang melampaui bagian materi subyek: kejelasan, ketepatan, presisi, relevansi, bukti, alasan-alasan,kedalaman materi, keluasan, dan keadilan”.
Berpikir (thinking) merupakan suatu kegiatan mental yang dialami seseorang bila mereka dihadapkan pada suatu masalah atau situasi yang harus dipecahkan. Berpikir merupakan proses yang dinamis yang dapat dilukiskan menurut proses atau jalannya. Proses berpikir itu pada pokoknya terdiri dari 3 langkah, yaitu pembentukan pengertian, pembentukan pendapat, dan penarikan kesimpulan.
Pandangan ini menunjukkan bahwa jika seseorang dihadapkan pada suatu situasi, maka dalam berpikir, orang tersebut akan menyusun hubungan antara bagian-bagian informasi yang direkam sebagai pengertian-pengertian. Kemudian orang tersebut membentuk pendapat-pendapat yang sesuai dengan pengetahuannya. Setelah itu, ia akan membuat kesimpulan yang digunakan untuk membahas atau mencari solusi dari situasi tersebut. Berpikir dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif.
Berpikir logis dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menarik kesimpulan yang sah menurut aturan logika dan dapat membuktikan bahwa kesimpulan itu benar sesuai dengan pengetahuan sebelumnya. Berpikir analitis adalah kemampuan untuk menguraikan, memerinci, dan menganalisis informasi yang digunakan untuk memahami suatu pengetahuan dengan menggunakan akal dan pikiran yang logis, bukan berdasar perasaan atau tebakan. Berpikir sistematis adalah kemampuan untuk mengerjakan atau menyelesaikan suatu tugas sesuai dengan urutan, tahapan, langkah-langkah, atau perencanaan yang tepat, efektif, dan efisien. Ketiga jenis berpikir tersebut saling berkaitan. Seseorang untuk dapat dikatakan berpikir sistematis, maka ia perlu berpikir secara analitis untuk memahami informasi yang digunakan. Kemudian, untuk dapat berpikir analitis diperlukan kemampuan berpikir logis dalam mengambil kesimpulan terhadap suatu situasi.
Berpikir logis dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menarik kesimpulan yang sah menurut aturan logika dan dapat membuktikan bahwa kesimpulan itu benar sesuai dengan pengetahuan sebelumnya. Berpikir analitis adalah kemampuan untuk menguraikan, memerinci, dan menganalisis informasi yang digunakan untuk memahami suatu pengetahuan dengan menggunakan akal dan pikiran yang logis, bukan berdasar perasaan atau tebakan. Berpikir sistematis adalah kemampuan untuk mengerjakan atau menyelesaikan suatu tugas sesuai dengan urutan, tahapan, langkah-langkah, atau perencanaan yang tepat, efektif, dan efisien. Ketiga jenis berpikir tersebut saling berkaitan. Seseorang untuk dapat dikatakan berpikir sistematis, maka ia perlu berpikir secara analitis untuk memahami informasi yang digunakan. Kemudian, untuk dapat berpikir analitis diperlukan kemampuan berpikir logis dalam mengambil kesimpulan terhadap suatu situasi.
Linda Elder (2007) mendefinisikan berpikir kritis sebagai cara berpikir tentang subjek apapun, isi, atau masalah di mana pemikir meningkatkan kualitas berpikirnya dengan terampil dalam menganalisis, menilai, dan merekonstruksi. Berpikir kritis itu mengarahkan diri (self-directed), disiplin diri (self-diciplined), terpantau (self-monitored), dan korektif (self-corrective). Berpikir kritis memerlukan komunikasi yang efektif dan kemampuan pemecahan masalah, serta komitmen untuk mengatasi egocentrism dan sociocentrism.
Pernyataan Michael Scriven & Richard Paul (1987) dalam The 8th Annual International Conference on Critical Thinking and Education Reform tentang berpikir kritis sebagai berikut: ”Berpikir kritis merupakan proses disiplin intelektualitas tentang keaktifan dan keterampilan konseptualisasi, penerapan, analisis, sintesis, dan/atau mengevaluasi informasi yang diperoleh dari, atau dihasilkan oleh, pengamatan, pengalaman, refleksi, penalaran, atau komunikasi, sebagai panduan untuk mempercayai dan melakukan. Sebagai contoh, berpikir kritis didasarkan pada nilai-nilai intelektual universal yang melampaui bagian materi subyek: kejelasan, ketepatan, presisi, relevansi, bukti, alasan-alasan,kedalaman materi, keluasan, dan keadilan”.
Berpikir kritis melibatkan berpikir dan bernalar logis yang mencakup keterampilan seperti membandingkan, mengklasifikasi, mengurutkan, sebab – akibat, mempolakan, membuat jaringan (webbing), analogi, penalaran deduktif dan induktif, meramal, merencanakan, membuat hipotesis, dan mengkritik. Kemampuan berpikir siswa untuk membandingkan dua atau lebih informasi, misalkan informasi yang diterima dari luar dengan informasi yang dimiliki. Bila terdapat perbedaan atau persamaan, maka ia akan mengajukan pertanyaan atau komentar dengan tujuan untuk mendapatkan penjelasan.
Berpikir kritis banyak dipikirkan di otak kiri, sedang berpikir kreatif lebih banyak di otak sebelah kanan, mereka kedua-duanya melibatkan " berpikir." Biasanya kita sebut sebagai HOTS " higher-order thinking skills " yang terkonsentrasi pada tiga kompetensi kognitif tertinggi dari Taksonomi Bloom, yaitu analisis, sintesis, dan evaluasi yang perlu dikuasai siswa di kelas. Berpikir kritis sering dikaitkan dengan berpikir kreatif.
The Liang Gie (2003) memberikan batasan, bahwa berpikir kreatif adalah suatu rangkaian tindakan yang dilakukan orang dengan menggunakan akal budinya untuk menciptakan buah pikiran baru dari kumpulan ingatan yang berisi berbagai ide, keterangan, konsep, pengalaman, dan pengetahuan. Berpikir kreatif ditandai dengan penciptaan sesuatu yang baru dari hasil berbagai ide, keterangan, konsep, pengalaman, maupun pengetahuan yang ada dalam pikirannya. Kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan karya yang asli, tapi masih sesuai dan berguna (Berk, 2005, dalam Woolfolk, 2008), dan disebutkan pula kreatif sebagai imajinasi, pemikiran asli atau pemecahan masalah. Berpikir kreatif melibatkan menciptakan sesuatu yang baru atau asli. Berpikir kreatif melibatkan keterampilan fleksibilitas, keaslian, kelancaran, elaborasi, curah pendapat (brainstorming), modifikasi, perumpamaan (imagery), berpikir asosiatif, mendaftar atribut, berpikir berkenaan dengan metafora, membuat hubungan.
Berpikir kreatif adalah suatu aktivitas mental untuk membuat hubungan-hubungan yang terus-menerus, sehingga ditemukan kombinasi yang “benar” atau sampai seseorang itu menyerah. Asosiasi kreatif terjadi melalui kemiripan-kemiripan sesuatu atau melalui pemikiran analogis. Asosiasi ide-ide membentuk ide-ide baru, jadi, berpikir kreatif mengabaikan hubungan-hubungan yang sudah mapan dan menciptakan hubungan-hubungan tersendiri. Berpikir kreatif merupakan kegiatan mental untuk menemukan suatu kombinasi yang belum dikenal sebelumnya.
Berpikir kreatif dapat juga dipandang sebagai suatu proses yang digunakan ketika seorang individu mendatangkan atau memunculkan suatu ide baru. Ide baru tersebut merupakan gabungan-ide-ide sebelumnya yang belum pernah diwujudkan. Pengertian ini lebih memfokuskan pada proses individu untuk memunculkan ide baru yang merupakan gabungan ide-ide sebelumnya yang belum diwujudkan atau masih dalam pemikiran. Pengertian bepikir kreatif ini ditandai adanya ide baru yang dimunculkan sebagai hasil dari proses berpikir tersebut.
Berpikir kreatif merupakan suatu aktivitas mental yang memperhatikan keaslian dan wawasan (ide). Berpikir kritis adalah suatu kemampuan untuk bernalar (to reason) dalam suau cara yang terorganisasi. Berpikir kritis juga merupakan suatu kemampuan untuk mengevaluasi secara sistematik kualitas pemikiran diri sendiri dan orang lain. Berpikir dengan kritis dan kreatif memungkinkan siswa mempelajari masalah secara sistematik, mempertemukan banyak sekali tantangan dalam suatu cara yang terorganisasi, merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang inovatif dan merancang/ mendesain solusi-solusi yang asli.
Source: http://fauzan.smkdarunnajah.sch.id/2011/06/keterampilan-berpikir-thinking-skills.html
Source: http://fauzan.smkdarunnajah.sch.id/2011/06/keterampilan-berpikir-thinking-skills.html
Jumat, 02 September 2011
Say No To Drugs!
Halo semuaa.. Apa kabar? Semoga makin luar biasa ya :) Sekarang disini saya mau ngebahas tentang Narkoba.
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari ‘Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif‘.
Semua orang tau yang saya sebut di atas tadi adalah hal negatif yang masih menguasai kelabilan para Remaja kini bahkan Orang Dewasa kini sekalipun. Zat ini emang nikmat di awal, tapi ketika udah kecanduan, ga bakal bisa lepas. Dan percayalah pada saat itu kalian akan menyesal. Dijamin! Penyesalan itu selalu dateng belakangan, ga ada yang mau kedatengan penyesalan. Tapi dateng atau enggak nya penyesalan itu tergantung diri kita sendiri. Jadi, kalo udah tau itu HAL NEGATIF, GA PERLU COBA-COBA! Mungkin kalo cuma sekedar "Narkoba", ga begitu terdengar menakutkan ya. Makanya baca ini postingan sampe abis. Bakal dikasih tau bahaya2 "Narkoba". Klik "Read more" di bawah nihh
Semua istilah ini, baik “narkoba” atau , mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya.
Berikut jenisnya:
1. NARKOTIKA : zat atau obat tanaman atau bukan tanaman, sintesis/semi sintesis yang bisa menimbulkan pengaruh memabukkan dan kecanduan bagi penggunanya.
2. PSIKOTROPIKA : obat-obatan alamiah/ sintetis yang mempengaruhi kerja susunan syaraf dan bisa menyebabkan ketergantungan. Psikotropika dibaki ke dalam tiga kelompok, yaitu:
• DEPRESSAN mengendurkan atau mengurangi aktivitas susunan syaraf pusat. Contoh: pil BK, rohypnol, valium.
• STIMULAN mengaktifkan susunan kerja syaraf, antara lain amphetamine, kokain, dan ecstasy.
• HALUSINOGEN menimbulkan efek halusinasimatau khayalan, contohnya LSD, mushrooms.
3. ZAT ADIKTIF : bahan / zat kimia yang memberikan pengaruh tertentu dan dapat menyebabkan kecanduan, contohnya alcohol, rokok, inhalansia.
Jenis-jenis Narkotika dan semacamnya:
a. GANJA
Bentuk : Serbuk dan kering, biasanya digunakan dalam bentuk lintingan.
Diketahui sebagai= Marijuana,Cimeng,Gelek,Hasis.
Bahaya dan Dampak:
-Sulit konsentrasi.
-Gerakan lambat.
-Gangguan persepsi dan berpikir.
-Rendah keseimbangan.
-Mudah marah,depresi,dan paranoid.
-Motivasi rendah dan susah dikendalikan.
Gejala:
Mudah cemas,murung,tegang,dan marah.
b. KOKAIN
Bentuk : Bubuk Kristal putih.
Diketahui sebagai=krack,Daun koka,Pasta koka.
Bahaya dan Dampak:
-Memacu detak jantung.
-Perilaku agresif.
-Mudah marah/tersinggung.
-Gemetar,mudah muak,pandangan kabur,halusinasi.
Gejala:
-Mudah muak,marah,depresi,cemas & gelisah.
-Jenuh.
-Kehilangan gairah untuk melakukan sesuatu.
Overdosis dapat menyebabkan serangan tiba2 serangan jantung,stroke,dan gagal ginjal.
c. ECSTASY
Bentuk : Pil.
Bahaya dan Dampak:
-Sering mengatup rahang.
-Gemetar berlebihan,menggigil,berkeringat,mengadu gigi,halusinasi, dan muntah.
-Kerusakan ginjal,hati,dan otak.
-Kehilangan ingatan dalam jangka waktu lama.
-Tidak mampu berpikir,melihat, dan menyelaraskan fungsi tubuh.
Gejala:
Cemas,depresi,ketakutan,insomnia,kehilangan sensitif,akal sehat, dan kesadaran.
Kematian karena gangguan pembuluh darah jantung,dehidrasi,dan pecahnya pembuluh darah otak.
d. HEROIN
Bentuk: Putih mirip bedak bayi.
Diketahi sebagai=White,Smack,Junk,Serbuk Putih,Medicine,Ubat.
Bahaya dan Dampak:
-Detak jantung lemah,sesak nafas,kerusakan paru2,ginjal, dan hati.
-Sulit konsentrasi dan BAB.
-Dungu dan kelelahan.
Gejala:
-Insomnia,diare,muntah,menggigil,berkeringat,tremor ,kram tubuh.
-Mata dan hidung berair.
-Mudah marah dan gelisah.
Overdosis bisa menyebabkan kematian karena pusat pernapasan di otak tertekan dan lumpuh.
e. LYSERGIDE (LSD)
LSD digunakan secara oral. Dalam bentuk Kertas/koyo ditempatkan di lidah, di mana obat dengan cepat diserap. Tablet atau kapsul ditelan. LSD tidak diserap melalui kulit kering.
Diketahui sebagai=Acid,Trips,Blotters,Tabs,Stamp,Black,Sesam e,Seed,Micro,Micro Dot.
Bahaya dan Dampak:
-Memacu detak jantung,napas,dan temperatus tubuh.
-Mati rasa,panik,paranoid,kebingungan,halusinasi,perhati an tidak terkontrol.
-Gangguan penglihatan,pendengaran,penciuman,sentuhan,dan rasa.
f. SHABU=
Bentuk : Bubuk Kristal kecil.=
Diketahui sebagai=Ice,Ubas,Methamphetamine.
Bahaya dan Dampak:
-Merusak hati dan urat syaraf.
-Gangguan fingsi hati dan ginjal.
-Perilaku abnormal dengan bergoyang2,bingung,menghayal,halusinasi,mudah cemas,dan marah.
Gejala:
Kelelahan,lapar,insomnia,cemas,depresi,dan marah.
Overdosis dapat menyebabkan kematian karena pecahnya pembuluh darah di otak.=
g. INHALANTS
Sering diketahui sebagai bahan yang dihisap.
Diketahui sebagai=Lem,Solvent.
Bahaya dan Dampak
-Kerusakan permanen otak,hati,dan ginjal.
-Cenderung mimisan dan memar.
-Kehilangan ingatan,sulit belajar,dan melihat sesuatu secara jelas.
-Kehilangan kendali tubuh,kram,nyeri,batuk parah.
Gejala:
Pusing,gemetar,muak,insomnia.
Hirupan mendadak dapat menyebabkan kematian dengan serangan jantung dan pecah pembuluh darah di otak bahkan pada hirupan pertama.
h. ERIMIN-5
tyle="font-size: small; line-height: 115%;">Diketahui sebagai=Nimentazepam.
Bahaya dan Dampak:
-Hilangnya kesadaran.
-Gangguan berfikir,memandang,dan menilai.
-Sulit bicara,ketidak selarasan fungsi tubuh.
-Mempercepat denyut jantung.
Gejala:
Cemas,gelisah,insomnia,mudah muak,mengeluarkan keringat berlebihan,kejang,kram perut,kebingungan,histeris.
Overdosis dapat menyebabkan kematian karena susah bernafas.
Gimana?? Masih ada yang berani coba? SAY NO TO DRUGS ya guys.. 4 kata barusan itu bisa dipake buat jadi salah satu prinsip hidup.. Itu bukan sekedar 4 patah kata yg ga berguna.. Semoga postingan ini bermanfaat yah. :)
Source: http://kaskus.us
http://pebyword.wordpress.com/2010/04/09/jenis-jenis-narkoba-dan-berbagai-macam-efeknya/
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari ‘Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif‘.
Semua orang tau yang saya sebut di atas tadi adalah hal negatif yang masih menguasai kelabilan para Remaja kini bahkan Orang Dewasa kini sekalipun. Zat ini emang nikmat di awal, tapi ketika udah kecanduan, ga bakal bisa lepas. Dan percayalah pada saat itu kalian akan menyesal. Dijamin! Penyesalan itu selalu dateng belakangan, ga ada yang mau kedatengan penyesalan. Tapi dateng atau enggak nya penyesalan itu tergantung diri kita sendiri. Jadi, kalo udah tau itu HAL NEGATIF, GA PERLU COBA-COBA! Mungkin kalo cuma sekedar "Narkoba", ga begitu terdengar menakutkan ya. Makanya baca ini postingan sampe abis. Bakal dikasih tau bahaya2 "Narkoba". Klik "Read more" di bawah nihh
Semua istilah ini, baik “narkoba” atau , mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya.
Berikut jenisnya:
1. NARKOTIKA : zat atau obat tanaman atau bukan tanaman, sintesis/semi sintesis yang bisa menimbulkan pengaruh memabukkan dan kecanduan bagi penggunanya.
2. PSIKOTROPIKA : obat-obatan alamiah/ sintetis yang mempengaruhi kerja susunan syaraf dan bisa menyebabkan ketergantungan. Psikotropika dibaki ke dalam tiga kelompok, yaitu:
• DEPRESSAN mengendurkan atau mengurangi aktivitas susunan syaraf pusat. Contoh: pil BK, rohypnol, valium.
• STIMULAN mengaktifkan susunan kerja syaraf, antara lain amphetamine, kokain, dan ecstasy.
• HALUSINOGEN menimbulkan efek halusinasimatau khayalan, contohnya LSD, mushrooms.
3. ZAT ADIKTIF : bahan / zat kimia yang memberikan pengaruh tertentu dan dapat menyebabkan kecanduan, contohnya alcohol, rokok, inhalansia.
Jenis-jenis Narkotika dan semacamnya:
a. GANJA
Bentuk : Serbuk dan kering, biasanya digunakan dalam bentuk lintingan.
Diketahui sebagai= Marijuana,Cimeng,Gelek,Hasis.
Bahaya dan Dampak:
-Sulit konsentrasi.
-Gerakan lambat.
-Gangguan persepsi dan berpikir.
-Rendah keseimbangan.
-Mudah marah,depresi,dan paranoid.
-Motivasi rendah dan susah dikendalikan.
Gejala:
Mudah cemas,murung,tegang,dan marah.
b. KOKAIN
Bentuk : Bubuk Kristal putih.
Diketahui sebagai=krack,Daun koka,Pasta koka.
Bahaya dan Dampak:
-Memacu detak jantung.
-Perilaku agresif.
-Mudah marah/tersinggung.
-Gemetar,mudah muak,pandangan kabur,halusinasi.
Gejala:
-Mudah muak,marah,depresi,cemas & gelisah.
-Jenuh.
-Kehilangan gairah untuk melakukan sesuatu.
Overdosis dapat menyebabkan serangan tiba2 serangan jantung,stroke,dan gagal ginjal.
c. ECSTASY
Bentuk : Pil.
Bahaya dan Dampak:
-Sering mengatup rahang.
-Gemetar berlebihan,menggigil,berkeringat,mengadu gigi,halusinasi, dan muntah.
-Kerusakan ginjal,hati,dan otak.
-Kehilangan ingatan dalam jangka waktu lama.
-Tidak mampu berpikir,melihat, dan menyelaraskan fungsi tubuh.
Gejala:
Cemas,depresi,ketakutan,insomnia,kehilangan sensitif,akal sehat, dan kesadaran.
Kematian karena gangguan pembuluh darah jantung,dehidrasi,dan pecahnya pembuluh darah otak.
d. HEROIN
Bentuk: Putih mirip bedak bayi.
Diketahi sebagai=White,Smack,Junk,Serbuk Putih,Medicine,Ubat.
Bahaya dan Dampak:
-Detak jantung lemah,sesak nafas,kerusakan paru2,ginjal, dan hati.
-Sulit konsentrasi dan BAB.
-Dungu dan kelelahan.
Gejala:
-Insomnia,diare,muntah,menggigil,berkeringat,tremor ,kram tubuh.
-Mata dan hidung berair.
-Mudah marah dan gelisah.
Overdosis bisa menyebabkan kematian karena pusat pernapasan di otak tertekan dan lumpuh.
e. LYSERGIDE (LSD)
LSD digunakan secara oral. Dalam bentuk Kertas/koyo ditempatkan di lidah, di mana obat dengan cepat diserap. Tablet atau kapsul ditelan. LSD tidak diserap melalui kulit kering.
Diketahui sebagai=Acid,Trips,Blotters,Tabs,Stamp,Black,Sesam e,Seed,Micro,Micro Dot.
Bahaya dan Dampak:
-Memacu detak jantung,napas,dan temperatus tubuh.
-Mati rasa,panik,paranoid,kebingungan,halusinasi,perhati an tidak terkontrol.
-Gangguan penglihatan,pendengaran,penciuman,sentuhan,dan rasa.
f. SHABU=
Bentuk : Bubuk Kristal kecil.=
Diketahui sebagai=Ice,Ubas,Methamphetamine.
Bahaya dan Dampak:
-Merusak hati dan urat syaraf.
-Gangguan fingsi hati dan ginjal.
-Perilaku abnormal dengan bergoyang2,bingung,menghayal,halusinasi,mudah cemas,dan marah.
Gejala:
Kelelahan,lapar,insomnia,cemas,depresi,dan marah.
Overdosis dapat menyebabkan kematian karena pecahnya pembuluh darah di otak.=
g. INHALANTS
Sering diketahui sebagai bahan yang dihisap.
Diketahui sebagai=Lem,Solvent.
Bahaya dan Dampak
-Kerusakan permanen otak,hati,dan ginjal.
-Cenderung mimisan dan memar.
-Kehilangan ingatan,sulit belajar,dan melihat sesuatu secara jelas.
-Kehilangan kendali tubuh,kram,nyeri,batuk parah.
Gejala:
Pusing,gemetar,muak,insomnia.
Hirupan mendadak dapat menyebabkan kematian dengan serangan jantung dan pecah pembuluh darah di otak bahkan pada hirupan pertama.
h. ERIMIN-5
tyle="font-size: small; line-height: 115%;">Diketahui sebagai=Nimentazepam.
Bahaya dan Dampak:
-Hilangnya kesadaran.
-Gangguan berfikir,memandang,dan menilai.
-Sulit bicara,ketidak selarasan fungsi tubuh.
-Mempercepat denyut jantung.
Gejala:
Cemas,gelisah,insomnia,mudah muak,mengeluarkan keringat berlebihan,kejang,kram perut,kebingungan,histeris.
Overdosis dapat menyebabkan kematian karena susah bernafas.
Gimana?? Masih ada yang berani coba? SAY NO TO DRUGS ya guys.. 4 kata barusan itu bisa dipake buat jadi salah satu prinsip hidup.. Itu bukan sekedar 4 patah kata yg ga berguna.. Semoga postingan ini bermanfaat yah. :)
Source: http://kaskus.us
http://pebyword.wordpress.com/2010/04/09/jenis-jenis-narkoba-dan-berbagai-macam-efeknya/
Langganan:
Postingan (Atom)